Sabtu, 17 Agustus 2013

Laut Yang Meminta Korban

TELAH BANYAK kejadian yang terjadi di area pesisir laut Tapaktuan. Disamping daripada pendapat sebahagian orang bahwa di Tapaktuan memiliki energi mistis yang dominan besar juga karena kelalaian manusia sendiri yang tidak mengutamakan keselamatan diatas segala-galanya. Yang kerap kali terjadi di daerah pesisir lepas pantai Aceh Selatan ini tenggelam dan hanyut. Baru-baru ini, Minggu (11/8/2013), beberapa orang tenggelam saat berkunjung di tempat wisata. Pada hari lebaran ke empat sekira pukul 09.00 WIB, 3 remaja mejadi korban keganasan ombak, salah satunya termasuk temen penulis semasa SMP, Hera Devita (21). Mahasiswi semester akhir yang kuliah di Fakultas Pertanian Unsyiah ini, menurut informasi ia mengunjungi tempat wisata di kawasan gunung lampu Tapaktuan bersama keluarganya. Namun naasnya, gelombang pada saat itu sangat besar, karena situs tapak Si Tuan Tapa tersebut terletak dikarang dan disisi tepinya pun adalah tempat hempasan gelombang yang airnya dalam, ia pun dihempaskan oleh gelombang yang besar dan mungkin dia sangat terkejut sehingga jatuh ke laut. Karena lama bantuan didapatkan akhirnya nyawanya tidak tertolong lagi. Selanjutnya, di hari yang bersamaan setelahnya juga ada pengunjung yang datang berasal dari subulussalam Edi Sagala (23) hilang ditelan ombak, hingga tim SAR ikut mencari. Sedangkan Agus Yanto Solin (20) menderita luka parah dan mendapatkan rawatan di RSUD-dr H Yuliddin Away, Tapaktuan,.(Dikabarkan).