Selasa, 01 Juli 2014
Jumat, 13 Desember 2013
News - Cambuk Di Tapaktuan
Jumat di halaman Masjid Agung Istiqamah, Tapaktuan, disaksikan
warga. Dari 20 terpidana, dua diantaranya tidak hadir dalam eksekusi
usai shalat Jumat. Proses pelaksanaan hukuman cambuk
terhadap pelanggar syariat Islam mendapat perhatian luas dari masyarakat
setempat.
Pelakasanaan hukuman diawali dengan pidato Bupati Aceh Selatan. Ikut menyaksikan prosesi ini Ketua MPU, Kajari Tapaktuan, Ketua Mahkamah Syar’iah Tapaktuan,Wakil Ketua DPRK, dan Waka Polres Aceh Selatan.
Data yang diperoleh, dari 20 terpidana pelanggar syariat Islam dua diantaranya tidak hadir yakni Afrizal, warga Kelurahan Padang, Tapaktuan dan Erri Adli, warga Kelurahan Hilir Tapaktuan. Keduanya masing-masing dikenakan cambuk enam kali, sedangkan satu lagi Winarno sudah meninggal dunia. Eksekusi cambuk diawali dari terpidana khalwat, yakni Marwati dan Nasri, keduanya berasal dari Desa Jilatang Samadua.
Dalam eksekusi cambuk yang digelar di atas panggung seluas lebih kurang 4x4 cm itu salah seorang terpidana maisir Murdani, warga Kelurahan Lhok Bengkuang, terpaksa dipegang petugas Satpol PPK dan jaksa karena menarik rotan dari tangan algojo pada hitungan ketiga. Menurut pengakuan, Murdana tidak sehat dengan menunjukkan surat keterangan sakit. Padahal menurut jaksa, hasil pemeriksaan tim medis yang bersangkutan dalam keadaan sehat. Cambuk terhadap Murdani dilanjutkan hingga enam kali sesuai dengan jumlah yang diputuskan majelis hakim Mahkamah Syar’iah (MS) Tapaktuan.
Bukan hanya itu, salah seorang terpida maisir lain Alfian protes pada algojo yang menurutnya jumlah cambuk dilakukan sembilan kali terhadap dirinya melebihi dari putusan MS, yakni delapan kali. Namun hal itu cepat diatasi petugas dengan membawa turun terpida dari panggung. Pelanggar syariat Islam yang dicambuk didepan umum itu, masing-masing dua pelanggar pasal 5 jo pasal 22 (1) Qanun Provinsi NAD no 14 tahun 2003 tentang khalwat (mesum), yakni Marwati dan Nasri, keduanya warga Desa Jilatang Samadua, dicambuk masing-masing sembilan kali.
Sedangkan pelanggar pasal 5 jo pasal 23 (1) Qanun Provinsi NAD no 13 tahun 2003 tentang maisir (judi) sebanyak 15 orang, masing-masing, Bakaruddin Kelurahan Tepi Air, Tapaktuan, jumlah ‘uqubat enam kali, Fakhruddin, kelurahan Sialang, Tapaktuan enam kali cambuk, salfiadi Kelurahan tepi Air Tapaktuan enam kali cambuk, Musliar Kelurahan Jamb Apha enam kali cambuk.
Selanjutnya, Jhoni Syahputra, Desa Batu Itam Tapaktuan, sembilan kali cambuk, Alfian, Kelurahan Lhok Bengkuang,Tapaktuan, delapan kali cambuk, Nopel Chatib Husin Kelurahan Lhok Bengkuang, enam kali cambuk, Muswil, Lhok Bengkuang Tapaktuan, enam kali, Andrizal, Lhok Bengkuang, tapaktuan, enam kali, Budi Syahputra, Lhok bengkuang, enam kali, Aliman Jamal, Lhok bengkuang, Tapaktuan enam kali, Asrullah Lhok Bengkuang, Tapaktuan, enam kali dan Murdani, Lhok Bengkuang, Tapaktuan, enam kali cambuk.
Data yang diperoleh, dari 20 terpidana pelanggar syariat Islam dua diantaranya tidak hadir yakni Afrizal, warga Kelurahan Padang, Tapaktuan dan Erri Adli, warga Kelurahan Hilir Tapaktuan. Keduanya masing-masing dikenakan cambuk enam kali, sedangkan satu lagi Winarno sudah meninggal dunia. Eksekusi cambuk diawali dari terpidana khalwat, yakni Marwati dan Nasri, keduanya berasal dari Desa Jilatang Samadua.
Dalam eksekusi cambuk yang digelar di atas panggung seluas lebih kurang 4x4 cm itu salah seorang terpidana maisir Murdani, warga Kelurahan Lhok Bengkuang, terpaksa dipegang petugas Satpol PPK dan jaksa karena menarik rotan dari tangan algojo pada hitungan ketiga. Menurut pengakuan, Murdana tidak sehat dengan menunjukkan surat keterangan sakit. Padahal menurut jaksa, hasil pemeriksaan tim medis yang bersangkutan dalam keadaan sehat. Cambuk terhadap Murdani dilanjutkan hingga enam kali sesuai dengan jumlah yang diputuskan majelis hakim Mahkamah Syar’iah (MS) Tapaktuan.
Bukan hanya itu, salah seorang terpida maisir lain Alfian protes pada algojo yang menurutnya jumlah cambuk dilakukan sembilan kali terhadap dirinya melebihi dari putusan MS, yakni delapan kali. Namun hal itu cepat diatasi petugas dengan membawa turun terpida dari panggung. Pelanggar syariat Islam yang dicambuk didepan umum itu, masing-masing dua pelanggar pasal 5 jo pasal 22 (1) Qanun Provinsi NAD no 14 tahun 2003 tentang khalwat (mesum), yakni Marwati dan Nasri, keduanya warga Desa Jilatang Samadua, dicambuk masing-masing sembilan kali.
Sedangkan pelanggar pasal 5 jo pasal 23 (1) Qanun Provinsi NAD no 13 tahun 2003 tentang maisir (judi) sebanyak 15 orang, masing-masing, Bakaruddin Kelurahan Tepi Air, Tapaktuan, jumlah ‘uqubat enam kali, Fakhruddin, kelurahan Sialang, Tapaktuan enam kali cambuk, salfiadi Kelurahan tepi Air Tapaktuan enam kali cambuk, Musliar Kelurahan Jamb Apha enam kali cambuk.
Selanjutnya, Jhoni Syahputra, Desa Batu Itam Tapaktuan, sembilan kali cambuk, Alfian, Kelurahan Lhok Bengkuang,Tapaktuan, delapan kali cambuk, Nopel Chatib Husin Kelurahan Lhok Bengkuang, enam kali cambuk, Muswil, Lhok Bengkuang Tapaktuan, enam kali, Andrizal, Lhok Bengkuang, tapaktuan, enam kali, Budi Syahputra, Lhok bengkuang, enam kali, Aliman Jamal, Lhok bengkuang, Tapaktuan enam kali, Asrullah Lhok Bengkuang, Tapaktuan, enam kali dan Murdani, Lhok Bengkuang, Tapaktuan, enam kali cambuk.
Selasa, 12 November 2013
Pengertian Kuesioner
Pengertian Kuesioner
Mungkin masih ada diantara teman2 sesama blogger yang masih berkutik dan berurak-urakkan bersama Skripsi ataupun Tesis sehingga menderita kegalauan tingkat Kelurahan, Kecamatan atau bahkan tingkat antar negara (wkwkwkwk),. Nih, sedikit Muqadimah dari saia tentang Koesioner alias Kuesioner dan bagian-2nya ..KUISONER
Kuesioner adalah suatu teknik pengumpulan informasi yang memungkinkan analis mempelajari sikap-sikap, keyakinan, perilaku, dan karakteristik beberapa orang utama di dalam organisasi yang bisa terpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh sistem yang sudah ada.
Dengan menggunakan kuesioner, analis berupaya mengukur apa yang ditemukan dalam wawancara, selain itu juga untuk menentukan seberapa luas atau terbatasnya sentimen yang diekspresikan dalam suatu wawancara.
Penggunaan kuesioner tepat bila :
1. Responden (orang yang merenpons atau menjawab pertanyaan) saling berjauhan.
2. Melibatkan sejumlah orang di dalam proyek sistem, dan berguna bila mengetahui berapa proporsi suatu kelompok tertentu yang menyetujui atau tidak menyetujui suatu fitur khusu dari sistem yang diajukan.
3. Melakukan studi untuk mengetahui sesuatu dan ingin mencari seluruh pendapat sebelum proyek sistem diberi petunjuk-petunjuk tertentu.
4. Ingin yakin bahwa masalah-masalah dalam sistem yang ada bisa diidentifikasi dan dibicarakan dalam wawancara tindak lanjut.
JENIS PERTANYAAN DALAM KUISONER
Perbedaaan pertanyaan dalam wawancara dengan pertanyaan dalam kuesioner adalah dalam wawancara memungkinkan adanya interaksi antara pertanyaan dan artinya. Dalam wawancara analis memiliki peluang untuk menyaring suatu pertanyaan, menetapkan istilah-istilah yang belum jelas, mengubah arus pertanyaan, memberi respons terhadap pandanmgan yang rumit dan umumnya bisa mengontrol agar sesuai dengan konteksnya. Beberapa diantara peluang-peluang diatas juga dimungkinkan dalam kuesioner. Jadi bagi penganalisis pertanyaan-pertanyaan harus benar-benar jelas, arus pertanyaan masuk akal, pertanyaan-pertanyaan dari responden diantisipasi dan susunan pertanyaan direncanakan secara mendetail.
Jenis-jenis pertanyaan dalam kuesioner adalah :
- Pertanyaan Terbuka : pertanyaan-pertanyaan yang memberi pilihan-pilihan respons terbuka kepada responden. Pada pertanyaan terbuka antisipasilah jenis respons yang muncul. Respons yang diterima harus tetap bisa diterjemahkan dengan benar.
- Pertanyaan Tertutup : pertanyaan-pertanyaan yang membatasi atau menutup pilihan-pilihan respons yang tersedia bagi responden.
- Gunakan bahasa responden kapanpun bila mungkin. Usahakan agar kata-katanya tetap sederhana.
- Bekerja dengan lebih spesifik lebih baik daripada ketidak-jelasan dalam pilihan kata-kata. Hindari menggunakan pertanyaan-pertanyaan spesifik.
- Pertanyaan harus singkat.
- Jangan memihak responden dengan berbicara kapada mereka dengan pilihan bahasa tingkat bawah.
- Hindari bias dalam pilihan kata-katanya. Hindari juga bias dalam pertanyaan –pertanyaan yang menyulitkan.
- Berikan pertanyaan kepada responden yang tepat (maksudnya orang-orang yang mampu merespons). Jangan berasumsi mereka tahu banyak.
- Pastikan bahwa pertanyaan-pertanyaan tersebut secara teknis cukup akurat sebelum menggunakannya.
- Gunakan perangkat lunak untuk memeriksa apakah level bacaannya sudah tepat bagi responden.
Penskalaan adalah proses menetapkan nomor-nomor atau simbol-simbol terhadap suatu atribut atau karakteristik yang bertujuan untuk mengukur atribut atau karakteristik tersebut. Alasan penganalisis sistem mendesain skala adalah sebagai berikut :
- Untuk mengukur sikap atau karakteristik orang-orang yang menjawab kuesioner.
- Agar respoden memilih subjek kuesioner.
- Nominal : Skala nominal digunakan untuk mengklasifikasikan sesuatu. Skala nominal merupakan bentuk pengukuran yang paling lemah, umumnya semua analis bisa menggunakannya untuk memperoleh jumlah total untuk setiap klasifikasi. Contoh : Apa jenis perangkat lunak yang paling sering anda gunakan ? 1 = Pengolah kata, 2 = Spreadsheet, 3 = Basis Data, 4 = Program e-mail
- Ordinal
Skala ordinal sama dengan skala nominal, juga memungkinkan dilakukannya kalsifikasi. Perbedaannya adalah dalam ordinal juga menggunakan susunan posisi. Skala ordinal sangat berguna karena satu kelas lebih besar atau kurang dari kelas lainnya. - Interval
Skala interval memiliki karakteristik dimana interval di antara masing-masing nomor adalah sama. Berkaitan dengan karakteristik ini, operasi matematisnya bisa ditampilkan dalam data-data kuesioner, sehingga bisa dilakukan analisis yang lebih lengkap. - Rasio
Skala rasio hampis sama dengan skala interval dalam arti interval-interval di antara nomor diasumsikan sama. Skala rasio memiliki nilai absolut nol. Skala rasio paling jarang digunakan.
Merancang formulir-formulir untuk input data sangat penting, demikian juga merancang format kuesioner juga sangat penting dalam rangka mengumpulkan informasi mengenai sikap, keyakinan, perilaku dan karakteristik.
1. Format kuesioner sebaiknya adalah :
- Memberi ruang kosong secukupnya,
- Menunjuk pada jarak kosong disekeliling teks halaman atau layar. Untuk meningkatkan tingkat respons gunakan kertas berwarna putih atau sedikit lebih gelap, untuk rancangan survey web gunakan tampilan yang mudah diikuti, dan bila formulirnya berlanjut ke beberapa layar lainya agar mudah menggulung kebagian lainnya.
- Memberi ruang yang cukup untuk respons,
- Meminta responden menandai jawaban dengan lebih jelas.
- Menggunakan tujuan-tujuan untuk membantu menentukan format.
- Konsisten dengan gaya.
Dalam menurutkan pertanyaan perlu dipikirkan tujuan digunakannya kuesioner dan menentukan fungsi masing-masing pertanyaan dalam membantu mencapai tujuan.
- Pertanyaan-pertanyaan mengenai pentingnya bagi responden untuk terus, pertanyaan harus berkaitan dengan subjek yang dianggap responden penting.
- Item-item cluster dari isi yang sama.
- Menggunakan tendensi asosiasi responden.
- Kemukakan item yang tidak terlalu kontroversial terlebih dulu.
(sumber : www.ilkom.unsri.ac.id/dosen/hartini/materi/VI_Kuesioner.pdf)
Sabtu, 17 Agustus 2013
Laut Yang Meminta Korban
TELAH BANYAK kejadian yang terjadi di area pesisir laut Tapaktuan. Disamping daripada pendapat sebahagian orang bahwa di Tapaktuan memiliki energi mistis yang dominan besar juga karena kelalaian manusia sendiri yang tidak mengutamakan keselamatan diatas segala-galanya. Yang kerap kali terjadi di daerah pesisir lepas pantai Aceh Selatan ini tenggelam dan hanyut. Baru-baru ini, Minggu (11/8/2013), beberapa orang tenggelam saat berkunjung di tempat wisata. Pada hari lebaran ke empat sekira pukul 09.00 WIB, 3 remaja mejadi korban keganasan ombak, salah satunya termasuk temen penulis semasa SMP, Hera Devita (21). Mahasiswi semester akhir yang kuliah di Fakultas Pertanian Unsyiah ini, menurut informasi ia mengunjungi tempat wisata di kawasan gunung lampu Tapaktuan bersama keluarganya. Namun naasnya, gelombang pada saat itu sangat besar, karena situs tapak Si Tuan Tapa tersebut terletak dikarang dan disisi tepinya pun adalah tempat hempasan gelombang yang airnya dalam, ia pun dihempaskan oleh gelombang yang besar dan mungkin dia sangat terkejut sehingga jatuh ke laut. Karena lama bantuan didapatkan akhirnya nyawanya tidak tertolong lagi. Selanjutnya, di hari yang bersamaan setelahnya juga ada pengunjung yang datang berasal dari subulussalam Edi Sagala (23) hilang ditelan ombak, hingga tim SAR ikut mencari. Sedangkan Agus Yanto Solin (20) menderita luka parah dan mendapatkan rawatan di RSUD-dr H Yuliddin Away, Tapaktuan,.(Dikabarkan).
Minggu, 22 April 2012
Langganan:
Postingan
(
Atom
)